Tips Mengatasi Panik Menjelang Pernikahan

Ada rasa cemas, takut, panik, nervous dan was-was menjelang pernikahan? Sebenarnya wajar nggak sih mengalami kepanikan menjelang hari H pernikahan? Stres menjelang pernikahan atau pre marriage syndrome biasa dialami oleh para calon pengantin. Hal ini terjadi karena pernikahan merupakan moment paling penting dalam hidup seseorang, yang harapannya peristiwa tersebut akan berjalan sesempurna mungkin tanpa ada satupun hal yang terlewatkan. Tekanan atas harapan inilah yang kadang membuat seseorang jadi panik menjelang pernikahan.

Tips Mengatasi Panik Menjelang Pernikahan

Panik Menjelang Pernikahan

Barada di fase mood swing yang kadang merasa “aku bisa”, tapi beberapa detik kemudian berubah jadi “aku nggak yakin bisa melakukannya” kalau dibiarkan akan berdampak buruk bagi hubungan kamu dan pasangan. Kalau kamu sedang mengalami rasa cemas menjelang hari bahagiamu, berikut tips sederhana yang bisa membantu kamu menjadi lebih rileks dan tenang menghadapi pesta pernikahan. Simak ya!

  • Luangkan waktu untuk dirimu sendiri

Panik Menjelang Pernikahan

Me-time atau meluangkan waktu untuk diri sediri ternyata dapat meningkatkan kesehatan psikologis, dan membuat seseorang lebih baik dalam melakukan segala hal. Tinggalkan kesibukan dan kepenatan dalam mempersiapkan segala pernak-pernik pernikahan, toh tidak semuanya harus kamu yang mengurus, ada pasangan, keluarga, saudara dan teman yang bisa membantumu. Letakkan kepercayaan penuh kepada mereka, Yakin, mereka juga pasti bisa melakukan yang terbaik untuk dirimu.

Lakukan kegiatan yang kamu sukai, misal membaca buku, melukis, menikmati kopi-kopi enak di kafe yang biasa kamu kunjungi atau nonton film. Melakukan hal-hal menyenangkan akan membuat energimu penuh kembali. Iya, mirip-mirip HP yang mesti dicas setelah dipakai.

  • Yakinlah, kamu adalah orang yang paling tepat untuk pasanganmu

Tanggal pernikahan semakin dekat, tinggal menghitung hari aja, tapi tiba-tiba terbersit dalam pikiran, “Apa iya doi benar-benar mencintaiku, apa iya doi nggak bakalan bosen dengan aku” dan sebagainya. Mohon maaf, coba kamu bangun dulu, barangkali sekarang kamu lagi ngelindur. Coba deh ingat masa-masa kamu ditembak doi dan kemudian pacaran. Bagaimana indahnya kebersamaan kalian berdua. Berharap ingin segera menikah dan membangun keluarga dari 0 bersama.

Pernikahan membuat kalian bersatu, sehingga keberhasilan dan keharmonisan merupakan usaha berdua. Jadi jangan hanya berpikir apakah kalian bakal klop atau malah kalap, karena dipungkiri atau tidak, kalian merupakan satu team yang harus bekerja sama sebaik mungkin untuk mewujudkan keluarga yang harmonis. Kalian adalah satu, bukan aku dan kamu atau si A dan si B lagi.

  • Sayangi dirimu dengan pola hidup sehat dan tidur yang cukup

Kamu mungkin merasa letih dan hilang stamina akibat sibuk mempersiapkan hari istimewamu. Asupan gizi yang seimbang, minum air putih dan pola tidur yang cukup akan membuatmu merasa lebih fresh. Tidur yang cukup di malam hari merupakan cara terbaik untuk mengembalikan tenaga dan mengistirahatkan pikiran agar kamu tetap prima menjelang pernikahan. Ingat, walaupun kamu butuh tenaga ekstra, tapi bukan berarti kamu boleh melakukan carbo loading sesuka hati. Buah dan sayur tetap nggak boleh ketinggalan.

  • Panik menjelang pernikahan bisa terjadi kalau kamu terlalu memikirkan perkataan orang lain, udah deh, mulai sekarang kamu boleh bersikap bodo amat.

Kita tidak bisa mengatur dan menahan orang lain berkomentar. Apapun hal yang kita lakukan, pasti akan ketemu dengan tukang komen dan nyinyir. Sepertinya memang benar, tukang nyinyir adalah pelengkap dalam kehidupan manusia. Sebaik apapun seseorang, tak akan lepas dari kejulidan.

Nah, agar mood kamu nggak berubah jadi jelek, mulai sekarang mencobalah untuk cuek dan tidak memasukkan omongan mereka ke hati. Belajarlah untuk menerima dirimu apa adanya. Jangan pernah berubah hanya karena omongan orang lain. Selama hal yang kamu lakukan positif dan tidak merugikan orang lain, hayuk aja, terus maju!

  • Bangun Komunikasi yang Baik dengan Pasangan

Komunikasi yang kurang terbuka dengan pasangan bisa menyebabkan disinformasi dan kesalahpahaman. Biasanya nih, karena kode-kodean dan yang dikode tidak peka, maka muncullah prasangka yang enggak-enggak. Come on, kalian sebentar lagi mau menikah, kalian bukan mesin kasir yang dikasih kode dulu baru bisa terbuka, kalau kalian bisa mewujudkan komunikasi yang baik, semua masalah dapat diselesaikan dengan cepat kok.

 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan