Tak Hanya Modal Cinta, Menikah di Tahun 2020 juga Butuh Sertifikasi Pranikah

Kalau ada yang bilang menikah itu hanya modal cinta, itu salah besar. Menikah memerlukan komitmen yang kuat dari kedua mempelai. Selain itu do’a restu dari orang tua dan ketersediaan modal juga mutlak diperlukan. Bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan di tahun 2020, ada satu lagi nih syarat yang mesti dipenuhi yaitu sertifikasi pranikah.

Menikah di tahun 2020 butuh sertifikasi pranikah

Kementerian Kordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencanangkan program sertifikasi persiapan perkawinan atau sertifikat pranikah yang akan diterapka mulai tahun 2020. Kedepannya setiap calon pengantin bakal mengikuti kelas bimbingan pranikah selama 3 bulan sebelum melangkah lebih lanjut ke jenjang rumah tangga.

Tujuan program sertifikasi pernikahan

Tujuan dari program sertifikasi perkawinan adalah:

  1. Mempersiapkan warga Indonesia menjadi sumber daya manuasia (SDM) yang unggul
  2. Memberikan bekal terutama pada aspek keagamaan hingga kesehatan
  3. Memberikan pemahaman kesehatan alat reproduksi dan penyakit berbahaya
  4. Memberikan pemahaman masalah gizi dan stunting anak
  5. Menekan angka perceraian.

Menurut keterangan Menteri Agama, Bapak Fachrul Razi, bimbingan perkawinan digelar untuk membekali calon pengantin dalam merespon problem perkawinan dan keluarga. Bimbingan perkawinan juga mempersiapkan calon pengantin agar terhindar dari problema perkawinan yang umum terjadi, serta meningkatkan kemampuan mewujudkan keluarga sakinah.

Dikutip dari Kompas, Deputi Koordinasi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menegaskan bahwa sertifikat bimbingan pranikah bagi pasangan calon pengantin tidak wajib dimiliki sebagai syarat pernikahan. Artinya, pasangan yang tidak mengikuti bimbingan pernikahan dan tidak mendapat sertifikat tetap bisa menikah.

“Memahaminya lebih pada substansinya. Bukan berarti kalau tidak ikut (bimbingan pranikah) tidak boleh menikah. Tapi akan lebih bagus (ikut), supaya keluarganya jadi baik,” ujar Agus di Kantor Kementerian PMK, Selasa (19/11/2019) usai bertemu Tim Pedoman Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Kementerian Agama (Binwin Catin Kemenag).

Bagaimana kalau tidak lulus sertifikasi?

Anggota Tim Pedoman Binwin Catin Kemenag Alissa Wahid memastikan bahwa tidak ada istilah lulus-tidak lulus dalam bimbingan pranikah yang dilakukan. Namun saat ini yang sedang diupayakan adalah cara untuk mengikat para pasangan calon pengantin bisa mengikuti bimbingan pranikah tersebut untuk mendapatkan ilmunya.
So, buat kamu yang mau menikah tahun depan, nggak usah khawatir ya. Wacana ini bertujuan untuk kebaikan generasi yang akan datang. Menikah memerlukan kesiapan mental yang matang. Harapan dari program ini tentu adalah keluarga Indonesia yang bahagia, harmonis, sejahtera, sehat, cerdas dan akhirnya akan terbentuk pribadi yang mempunyai daya saing.
Sudah siap untuk menikah?
Jangan lupa persiapkan juga souvenir nikahnya ya. Sekar kencana Jogja merupakan produsen souvenir pernikahan dengan kualitas premium tapi harga tetep ramah di kantong. Untuk info lebih lengkap tentang produk Sekar Kencana, silakan kunjungi katalog kami di sini atau menghubungi admin penjualan melalui klik icon WhatsApp di pojok kanan bawah layar smartphone kamu.

 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan