Perhatikan 5 Langkah Panduan Pernikahan Saat Pandemi COVID-19

Menikah merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan kekasih. Tapi ketika menjelang hari H, ternyata terjadi bencana tak terduga pandemi Covid 19 seperti sekarang, apa yang mesti kamu lakukan? Untuk mengetahui langkah apa saja yang mesti kamu lakukan, simak 5 Langkah Panduan Pernikahan Saat Pandemi COVID-19 berikut ini.

Bakal ada banyak perubahan dari agenda awal. Itu sudah pasti. Bahkan kamu yang mungkin sudah melakukan persiapan hingga 90% pun, kamu harus merubah semuanya sesuai protokol kesehatan supaya tidak membahayakan nyawa orang lain dan tidak muncul cluster baru.

Perhatikan 5 Langkah Panduan Pernikahan Saat Pandemi COVID-19

1. Meminimalisir atau Meniadakan Tamu Undangan

Mengundang ratusan tamu akan sangat membahayakan. Tumpukan massa mempermudah penyebaran virus Covid 19 dari manusia ke manusia. Hal ini tentu tidak sebanding antara kebahagiaan yang didapat saat pesta dengan akibat buruk yang ditimbulkan. Bagaimana kalau ternyata pesta pernikahanmu malah menjadi cluster penyebaran virus?

Menikah tanpa tamu undangan merupakan langkah yang paling tepat yang bisa kamu ambil. Sesuai kebijakan terbaru terkait pelayanan nikah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, di sana dibeberkan mengenai pembatasan jumlah tamu yang boleh diundang dengan ketentuan, akad nikah di KUA atau di rumah boleh dihadiri maksimal 10 orang. Sedangkan untuk pernikahan di masjid atau gedung, maksimal dihadiri oleh 30 orang.

2. Pastikan Lokasi Akad Nikah Mempunyai Sirkulasi Udara yang Baik

Saat dilangsungkan akad nikah, pastikan sirkulasi udara di ruangan tetap terjaga. Hal ini sangat penting sebab beberapa jurnal menyebutkan bahwa ruangan yang ber AC membuat penyebaran virus Corona lebih cepat. Sistem ventilasi seperti jendela atau ruangan terbuka terbilang lebih efektif untuk mengendalikan penyebaran infeksi melalui udara.

3. Jadi MUA untuk Diri Sendiri

Di tengah kondisi PSBB dan harus meminimalisir kontak dengan banyak orang, kamu bisa mengoptimalkan skill berdandanmu untuk make up diri sendiri. Tidak perlu make up yang terlalu maksimal, karena saat W-day nanti kamu akan tetap memakai masker. Make up yang terlampau tebal akan menempel di masker, dan ini nggak nyaman banget.

4. Siapkan Benda-Benda Esensial Siaga Covid

Ada sejumlah perlengkapan yang disiapkan saat mengadakan pesta pernikahan. Barang-barang ini sangat penting untuk melindungi kamu dan orang-orang di sekitarmu. Apa saja itu?

  1. Masker ekstra untuk ganti
  2. Hand sanitizer
  3. Tisu basah
  4. Tisu kering
  5. Face shield

5. Trend Pernikahan Virtual

Pernikahan virtual akan menjadi trend dalam era new normal. Menikah secara virtual bukan berarti pasangan yang menikah berada di lokasi berbeda, tetapi konsep berkerumun dan berkumpulnya yang dihindari. Dengan bantuan teknologi, mempelai dan tamu undangan tetap bisa berinteraksi dan saling sapa secara live.

Undangan tetap bisa menghadiri pesta pernikahan walaupun mereka tetap di rumah saja. Aplikasi-aplikasi tele konferensi dan fitur siaran langsung yang disediakan oleh sosial media akan sangat populer ke depannya.

Untuk kirim kado dan membagikan souvenir bagaimana?

Tentu sangat mudah, kado dan souvenir bisa dikirim melalui kurir. Bagi yang ingin mengirimkan uang, bisa ditransfer ke nomor rekening yang disediakan. Kalau kepengen lebih mudah lagi, bisa melalui e wallet.

Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan Mengenai Pernikahan Saat Pandemi

Untuk lebih jelasnya mengenai aturan terbaru mengenai pernikahan saat pandemi, berikut kutipan dari Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Pernikahan.

1. Layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan.

2. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online antara lain melalui website simkah.kemenag.go.id, telepon, e-mail atau secara langsung ke KUA Kecamatan.

3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 dan/atau terkait proses pendaftaran nikah, pemeriksaan nikah dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan.

4. Pelaksanaan akad nikah dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA.

5. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang.

6. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang.

7. KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak Catin, waktu dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

8. Dalam hal pelaksanaan akad nikah di luar KUA, Kepala KUA Kecamatan dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan/atau aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

9. Dalam hal protokol kesehatan dan/atau ketentuan pada angka 5 dan angka 6 tidak dapat terpenuhi, Penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan sebagaimana form terlampir.

10. Kepala KUA Kecamatan melakukan koordinasi tentang rencanapenerapan tatanan normal baru pelayanan nikah kepada Ketua GugusTugas Kecamatan.

11. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah di wilayahnya masing-masing.

(dikutip dari Tribunnews)

 

 

 

 

Related Posts

No Response

Tinggalkan Balasan