Tips Asyik Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?” Saat Kumpul Keluarga

Ketika iklan sirup sudah berseliweran di layar televisi, itulah tandanya bulan puasa sudah dekat. Setelah puasa, lebaran tiba. Iya, hari yang ditunggu-tunggu karena bakal bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Buat anak rantau, acara berkumpul dengan keluarga merupakan saat yang paling dinanti untuk melepas kerinduan dan berbagi cerita. Tapi buat kamu yang sudah menginjak usia 20-an, dan apesnya kamu masih single alias jomblo, moment berkumpul dengan keluarga seperti sebilah mata pisau tajam yang kalau tak digunakan dengan baik, bisa melukai dan menimbulkan perih di hati. Misal saat mendengar tante kamu bertanya, “Kapan nikah?”. Hayolo, mau dijawab apa? Daripada bingung, coba simak beberapa tips asyik untuk bisa survive menghadapi pertanyaan yang sering bikin kamu bete ini.

Tips Asyik Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?” Saat Kumpul Keluarga

1.“Doain secepatnya ya.”

Ini adalah jawaban paling bijaksana saat kamu dihadapkan pada pertanyaan retorika seperti itu. Sebenarnya penanya hanya berbasa-basi dan mencoba membuka pembicaraan dengan kamu. Tapi pertanyaan “kapan nikah” seringnya berubah rasa jadi menyakitkan dan terkesan kepengen mengorek kehidupan pribadi kamu.

2. “Besok, kalau nggak besok ya besoknya lagi.”

Kapan menikah merupakan pertanyaan yang tak bisa dihindari, terutama di saat usia kamu sudah memasuki marriageable, kamu sudah lulus kuliah, sudah mempunyai pekerjaan yang mapan dan mandiri. Kamu nggak harus menjawab dengan panjang lebar plus data dan fakta di lapangan, karena sejatinya menikah adalah hal yang sangat personal, bukan untuk diumbar. Jawaban sekenanya seperti di atas justru akan membuat si penanya langsung bungkam seribu bahasa.

Eits, tapi kalau yang nanya nenek, kakek atau sesepuh keluarga, jangan pakai jawaban ini ya. Bisa-bisa kamu nanti dikutuk jadi debu. Ha ha ha.

3. “Belum ketemu jodoh yang cocok”

Jawaban ini terkesan sangat serius. Justru karena keseriusanmu itu, orang yang bertanya kepada kamu akan berempati dan tidak ingin bertanya lebih jauh. Sebagai bonus, kemungkinan besar kamu malah akan mendapat doa-doa yang baik dari penanya, seperti “Mudah-mudahan segera mendapat jodoh yang baik”. Segera aminkan doa mereka ya.

4. “Kamu sendiri, kapan lanjut S2?”

“Kapan kamu nyususl, Cuy? Teman-teman seangkatan kita udah pada laku loh.” Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan balik bertanya. Dijamin dia mati kutu dan langsung diam deh. Pilih pertanyaan dengan topik berlawanan, misal kamu sudah selesai S2, dia belum. Atau kamu sudah mempunyai bisnis sendiri, dia masih menjadi karyawan. “Kapan punya bisnis, Bro?”

5. “Wah, kayaknya mau ada yang sponsorin nih”

Jujur saja, pertanyaan “kapan nikah” sering membuat kesal. Alih-alih berkumpul keluarga untuk menjalin silaturahmi, malah berujung dongkol. Jawaban di atas pastinya menohok banget dan si penanya bakalan keki dan nggak berdaya. Mungkin kamu bakal disuguhi senyum kecut di bibirnya.

6. “Secepatnya…”

Kemudian alihkan pembicaraan ke hal-hal lain seperti, “Eh, kamu tadi udah ketemu sama Beni belum?”. Mengalihkan pembicaraan akan membuat si penanya lupa akan pertanyaannya karena larut dalam topik baru yang lebih menarik.

Nah, sudah siap bertemu dengan keluarga besar tahun ini kan?

Menikah tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh kematangan dalam segala aspek, termasuk kedewasaan pasangan, kesiapan finansial dan yang paling utama adalah kecocokan pasangan. Menikah juga memerlukan keterampilan khusus dalam memanajemen ego. Dibutuhkan komitmen yang tinggi dan kemampuan komunikasi yang baik antara kamu dan pasanganmu. So, kalau kamu ditanya kapan menikah, jawab dengan selow saja ya.

Selamat menikmati hari kamu! Salam hangat dari Sekar Kencana Jogja, produsen souvenir handmade dengan kualitas terjamin dan harga terjangkau.

Related Posts

No Response

Leave a Reply