Menikah di Tempat Ibadah Boleh, Tapi Perhatikah Hal Berikut ya

Pernikahan merupakan salah satu bentuk ritual dan memiliki nilai kesakralan tersendiri. Tentu menggunakan tempat ibadah sebagai venue pernikahan akan menambah suasana keagamaan menjadi lebih khitmat. Beberapa pasangan pengantin memilih menikah di tempat ibadah seperti masjid, vihara atau gereja. Di dalam ajaran Islam sendiri, melakukan ijab qabul di masjid merupakan sunnah. Mayoritas ulama menganjurkan akad nikah dilakukan di masjid agar mendapatkan barakah dan diketahui masyarakat.

Menikah di tempat ibadah Boleh-boleh aja kok

Walaupun menikah di tempat ibadah memiliki banyak kelebihan, tapi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, karena tempat ibadah merupakan fasilitas milik publik. Sudah seharusnya sebagai fasilitas publik, kita tidak boleh menganggu kenyamanan orang lain yang akan menggunakannya. Apa aja yang mesti kita perhatikan? Simak ya

Waktu Pelaksanaan Prosesi Pernikahan

Waktu pelaksanaan prosesi pernikahan diusahakan tidak berbenturan dengan waktu ibadah. Bagi umat Islam, masjid merupakan tempat untuk melaksanakan sholat wajib 5 waktu. Shubuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya. Pilih rentang waktu yang panjang diantara kelima sholat tersebut untuk melaksanakkan ijab qabul. Di masyarakat umumnya mereka memilih waktu pagi sampai menjelang sholat dzuhur. Harapannya sebelum waktu sholat dzuhur, acara sudah selesai. Waktu ideal antara pukul 08.00 pagi sampai 11.00 siang.

Bagi umat kristiani, tiap gereja memiliki aturan sendiri-sendiri dalam hal waktu ibadahnya. Jadi sebaiknya acara pemberkatan dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak pengelola gereja, agar tidak berbenturan dengan jadwal ibadah. Sama halnya dengan tempat-tempat keagamaan yang lainnya.

menikah di tempat ibadah

https://goo.gl/images/Vhhqpo

Hendaknya memakai busana yang rapi dan sopan

Aturan berbusana sudah jelas dalam agama Islam, yaitu menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan. Begitu pula busana pengantin. Kisi-kisi busana pengantin untuk muslimah harus sesuai dengan kaidah, yaitu menutup aurat, tidak menerawang, longgar.

Bagi pengantin yang melakukan pernikahan di gereja ataupun vihara, model kebaya atau gaun pengantin yang menutup hingga leher bisa menjadi pilihan. Hindari kain yang berbahan transparat yang menimbulkan kesan sensual.

menikah di tempat ibadah

viccasera.com

Karena prosesi pernikahan merupakan upacara yang panjang, selain kedua hal diatas, kebersihan dan ketertiban suasana tempat ibadah mesti dijaga. Tamu-tamu yang turut menghadiri akad nikah atau pemberkatan sebaiknya tertib. Bagi mereka yang membawa anak-anak dan balita, diusahakan mengkondisikan putra-putrinya supaya nyaman dan tidak rewel.

Menjaga kebersihan tempat ibadah juga sangat penting. Apabila di dalam acara terdapat sesi pembagian snack, sebaiknya pilih waktu di akhir acara atau membagikan snack saat acara sudah usai dan tamu hendak pulang. Harapannya snack akan dibawa pulang, bukan di makan di tempat ibadah.

Ternyata menikah di tempat ibadah nggak seribet apa yang dibayangkan kan?

Related Posts

No Response

Leave a Reply