10 Potret Kemewahan Mahkota Pengantin a la Sumatera

Keanekaragaman budaya Indonesia sangat terkenal hingga manca negara. Hal ini tak lepas dari kultur budaya masyarakat yang sampai saat ini terus melekat dan mendarah daging di setiap orang Indonesia. Terbukti dari penyelenggaraan pesta pernikahan yang kebayakan masih dilaksanakan dalam upacara adat yang pakem di tiap-tiap daerah. Pulau Sumatra salah satunya. Sekar Kencana merangkum 10 potret kemewahan mahkota pengantin adat a la Sumatera yang keindahannya bakalan memukau kalian.

10 Potret Kemewahan Mahkota Pengantin a la Sumatera

Cantik dan menawannya Dara Baro dan Linta Baro dari Aceh

Kemewahan busana pengantin warisan Kesultanan Samudera Pasai ini tak diragukan lagi. Pakaian adat untuk kaum pria disebut dengan linta baro, sedangkan yang dikenakan oleh wanita disebut dara baro. Mahkota pengantin wanita menghiasi kerudung yang merupakan ciri khas keislaman. Untuk pengantin prianya sendiri, meukotop yang menjulang di atas kepala tak boleh ditinggalkan.

Pernikahan a la Batak Toba dengan ikat kepalanya yang unik

Penutup kepala untuk mempelai pria disebut dengan tali-tali, sedangkan untuk wanita disebut dengan sortali. Baik tali-tali maupun sortali, keduanya terbuat dari kain ulos dengan motif bintang maratur. Ulos jenis ini mempunyai arti sebagai simbol suka cita atau kebahagiaan.

Ampu dan bulang, simbol kerajaan yang kemegahannya terus dilestarikan hingga saat ini

 

Ampu merupakan hiasan kepala yang dipakai oleh raja-raja di tanah Tapanuli pada zaman dahulu. Bulang sendiri merupakan penutup kepala bagi pengantin wanita yang memiliki beberapa tingkat. Banyaknya tingkat bulang menunjukkan jumlah hewan yang disembelih untuk upacara adat.

Uis jeung-jeung dan topi bulang-bulang sebagai hiasan kepala a la Batak Karo

Ciri khas yang sangat menonjol pada busana adat Batak karo adalah tudung kepala yang direka dengan sangan apik bentuknya. Pada pengantin wanita, tudung kepala terbuat dari kain tenun uis jeung-jeung, sedangkan pada pria adalah topi bulang-bulang yang terbuat dari tenun beka buluh bergaris keemasan.

Kemewahan suntiang yang dipakai anak daro, khas pengantin Suku Minang

Hiasan kepala pada mempelai wanita berupa suntiang atau mahkota besar berwarna emas, sedangkan pada pria disebt dengan beta. Jenis suntiang sangat beragam tergantung daerahnya. Ada suntiang kambang asal Padang pariaman, suntiang pisang saparak dari Solok, suntiang pinang bararak dari Payakumbuh dan lain-lain.

Bungo cempako, hiasan berjuntai dari pengantin Palembang

Busana warisan Kerajaan Sriwijaya ini hadir dengan nuansa kemegahan yang sangat kuat. Balutan kain songket berwarna emas berpadu merah mengabadikan kekayaan budaya leluhur yang senantiasa dilestarikan hingga saat ini. Mahkota pengantin wanita disebut dengan aesen gede, sedangkan pengantin pria menggenakan cuplak.

Nuansa putih dan emas dalam pernikahan adat Lampung Pepadun

Busana Lampung Pepadun mempunyai ciri khas berwarna putih dan emas. Siger dan seraja bulan bertengger elok di atas kepala mempelai wanita sebagai simbol keagungan. Sedangkan mahkota yang dikenakan mempelai pria disebut kopiah emas berujim.

Keanggunan mahkota pengantin khas Lampung Saibatin

mahkota pengantin

sumber

Yang sangat khas dari mahkota pengantin putri Lampung Saibatin adalah siger yang mempunyai 7 buah lekukan. Kopiah pengantin pria terbuat dari kain tenun dengan hiasan minimalis, menambah gagah maskulinnya si raja sehari.

Gandik, mahkota khas mempelai wanita Riau

mahkota pengantin

sumber

Pengantin Sumatra amat terkenal karena kemewahannya. Aksesoris dengan warna-warna mewah melekat dari ujung kepala sampai ke kaki. Pun begitu dengan pengantin khas Riau. Gandik bagi mempelai wanita adalah hiasan kepala yang lazim dipakai. Untuk mempelai prianya mengenakan tutup kepala khas.

Semakin memikatnya mempelai wanita jambi dengan pesangkon sebagai hiasan kepalanya

Aksesoris busana pengantin Jambi sangat kental dengan nuansa Melayu yaitu baju kurung. Yang membedakan dengan adat Melayu adalah mahkota mempelai wanita yang berbentuk menyeruapi duri pandan yang disebut dengan pesangkon.

Itulah keragaman dan kemewahan mahkota pengantin dari Pulau Sumatera. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kalian tentang kekayaan budaya Indonesia. Sekian dan terima kasih!

Salam hangat dari Sekar Kencana Jogja. Produsen pouch dan souvenir custom di Yogyakara. Kalian bisa mengunjungi galeri kami di sini.

Related Posts

No Response

Leave a Reply